Cianjur Krisis Guru Bahasa Sunda, Sekolah Siasati!

Wartacianjurnews.com- Kabupaten Cianjur masih kekurangan guru bahasa sunda. Tercatat jumlahnya saat ini hanya sekitar 31 orang.

Hal itu menyebabkan sekolah-sekolah, terutama jenjang SMP menyiasati dengan memberdayakan guru bahasa lainnya untuk mengajar Bahasa Sunda.

Kebijakan itu demi terpenuhinya materi pembelajaran Bahasa Sunda untuk para siswa.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur H. Ipan Sopandi mengakui, minimnya guru bahasa sunda di jenjang SMP.

Sepengetahuannya, kekurangan guru bahasa sunda menyebabkan sekolah-sekolah memberdayakan guru Bahasa Indonesia untuk mengajar berbagai materi Bahasa Sunda ke para murid.

“Ketika kekurangan guru bahasa sunda disiasati guru yang serumpun, yaitu guru bahasa Indonesia, masih diperkenankan atau diperbolehkan,” kata Ipan, Senin 12 Oktober 2026.

Selain itu, juga disiasati sekolah dengan mendatangkan guru Bahasa Sunda dari sekolah lainnya.

Disisi lain, kebijakan itu membantu guru Bahasa Sunda menempuh syarat mendapatkan tunjangan profesi.

“Bisa juga guru tersebut menutupi jumlah jam mengajarnya, karena syarat mendapatkan sertifikasi itu minimal 24 jam tatap muka perminggu,” paparnya.

Ipan menyebut, minimnya lulusan prodi Bahasa Sunda menjadi kendala tidak tercukupinya guru Bahasa Sunda yang idealnya sebanyak 230 orang.

“Khususnya untuk guru bahasa sunda ini prodi atau jurusannya hanya ada di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Itu pun lulusan S1 nya masih kurang,” pungkasnya. (NRS)

banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600

Comment