Wartacianjurnews.com — Turnamen Piala Bergilir Camat Pasirkuda dalam rangka memperingati Hari Jadi Kecamatan Pasirkuda ke-18 berujung kericuhan. Insiden terjadi saat laga final mempertemukan Kalibaru sebagai tuan rumah dengan Simpang, Kamis (1/10/2026).
Dalam pertandingan tersebut, Kalibaru tertinggal 0-2 dari Simpang. Kericuhan pecah ketika pertandingan menyisakan sekitar 19 menit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, situasi memanas setelah terjadi keributan di sekitar lapangan. Kondisi tersebut kemudian semakin meluas setelah Kepala Desa Kalibaru menarik seluruh pemain dari pertandingan.
Sekretaris Panitia Turnamen, Dudy Rachmansyah, mengatakan turnamen tersebut merupakan penyelenggaraan perdana dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kecamatan Pasirkuda ke-18. Sebanyak 16 tim dari sembilan desa di Kecamatan Pasirkuda mengikuti kompetisi tersebut.
“Awalnya pertandingan berjalan seru dan menghibur penonton. Namun kemudian terjadi keributan yang dipicu oleh oknum suporter,” ujar Dudy.
Menurutnya, keributan yang terjadi di dalam lapangan sempat berhasil diredam. Bahkan, pertandingan sempat akan kembali dilanjutkan setelah situasi dinilai mulai kondusif.
Namun, lanjut Dudy, pertandingan akhirnya tidak dapat diteruskan setelah Kepala Desa Kalibaru menarik seluruh pemain dari lapangan.
“Keributan di lapangan sempat diredam dan pertandingan akan dilanjutkan. Tetapi setelah pemain ditarik, pertandingan akhirnya tidak bisa dilanjutkan,” katanya.
Dudy menuturkan, keributan kemudian justru semakin parah terjadi di luar lapangan. Suporter Kalibaru disebut memblokade jalan sehingga rombongan suporter Simpang tidak dapat melintas.
Akibat kejadian tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka yang cukup parah. Peristiwa itu kini masih dalam penanganan pihak kepolisian.
Dudy menegaskan, panitia menyayangkan terjadinya keributan tersebut karena turnamen sejak awal digelar untuk mempererat silaturahmi dan memeriahkan Hari Jadi Kecamatan Pasirkuda. (dil).














Comment