Wartacianjurnews.com, Cianjur – Peluang pertanian dari sektor hulu hingga hilir menjadi salah satu materi yang dikenalkan Yayasan Rapha Hijau Indonesia kepada siswa SMK Pertanian yang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Perkebunan Ciseureuh, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Ketua Yayasan Rapha Hijau Indonesia, Melviano, mengatakan kegiatan PKL selama tiga bulan tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengalaman teknis di bidang pertanian. Para siswa juga dibekali nilai tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama sebagai persiapan menghadapi dunia industri.

“Selain berkomitmen dalam membantu pendidikan anak bangsa dalam bidang pertanian, kami juga berusaha membangun rasa tanggung jawab serta teamwork pada anak-anak, agar mereka siap ke depannya dalam industri pertanian,” ujar Melviano.
Menurut Melviano, peluang usaha di sektor pertanian terbuka luas, mulai dari hulu hingga hilir. Karena itu, siswa didorong untuk memahami berbagai peluang tersebut agar memiliki gambaran ketika nantinya masuk ke industri pertanian.

“Dalam industri pertanian banyak sekali peluang dari hulu sampai hilir dan semuanya itu sangatlah menjanjikan. Maka kami mengedukasi anak-anak untuk mendalami serta membaca peluang usaha tersebut, agar mereka lebih siap ketika memulai itu di real industry pertanian nantinya,” katanya.
Ia menjelaskan, peluang tersebut tidak hanya berada pada sektor budidaya. Komoditas pertanian dapat dikembangkan melalui pengolahan, pengemasan, pemasaran digital hingga pembangunan merek atau brand.
Melviano mencontohkan komoditas kopi yang dapat memiliki nilai tambah setelah melalui sejumlah tahapan pengolahan, mulai dari green bean, roasted bean hingga produk siap minum. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital juga dapat membuka akses pasar yang lebih luas.

Karena itu, siswa yang ingin terjun ke dunia pertanian dinilai perlu memahami lebih dari sekadar teknik menanam. Pengetahuan mengenai pasar, perhitungan biaya dan keuntungan, jaringan usaha serta pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam membangun bisnis pertanian.
Untuk program PKL, Yayasan Rapha Hijau Indonesia menyesuaikan jumlah peserta dengan kapasitas pendamping, fasilitas dan kegiatan yang sedang berjalan. Pihak yayasan juga berkoordinasi dengan sekolah mengenai jadwal dan jumlah siswa yang akan mengikuti kegiatan.
“Yang paling penting bagi kami adalah setiap siswa yang datang bisa mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang maksimal,” kata Melviano.

Sementara fasilitas bagi siswa disesuaikan dengan program dan kesepakatan bersama pihak sekolah. Yayasan menyediakan tempat belajar dan praktik langsung di lapangan serta pendampingan selama kegiatan, sedangkan kebutuhan tempat tinggal dan makan dikomunikasikan sesuai kapasitas yang tersedia.
Kegiatan tersebut digelar di PT MPM dan Yayasan Rapha Hijau Indonesia, Perkebunan Ciseureuh, RT 05/RW 06, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.
Melviano berharap pengalaman PKL dapat memberikan pemahaman kepada siswa mengenai kondisi nyata dunia pertanian sekaligus membuka wawasan mereka terhadap berbagai peluang usaha di sektor tersebut. (Ben)














Comment