Agro Taruna Tani, Menikmati Dingin dan Kabut di Tengah Kebun

Kabut tebal menyelimuti kawasan Agro Taruna Tani di Kampung Parabon, Desa Sukarame, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur. Gazebo dan taman menjadi tempat pengunjung menikmati suasana alam pegunungan yang sejuk dan dingin.

Oleh Fadilah Munajat / Wartacianjurnews.com

Wartacianjurnews.com — Kabut tipis perlahan menyelimuti kawasan Kampung Parabon, Desa Sukarame, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur. Udara dingin terasa menusuk kulit, sementara pepohonan dan hamparan kebun tampak samar di balik putihnya kabut.

Pagi di tempat ini terasa begitu tenang.

Sesekali kabut bergerak perlahan mengikuti hembusan angin, membuka pemandangan kebun yang hijau sebelum kembali menutupinya. Suasana seperti inilah yang menyambut siapa saja ketika berkunjung ke Agro Taruna Tani, sebuah kawasan yang dikelola Mudrik.

Di tempat ini, secangkir kopi terasa lebih nikmat ketika diminum di tengah udara pegunungan yang dingin. Pengunjung bisa duduk santai di area kafe, menikmati suasana alam sekaligus melihat aktivitas pertanian dan peternakan yang berada tidak jauh dari tempat mereka beristirahat.

Agro Taruna Tani memang bukan sekadar tempat ngopi.

Di kawasan tersebut terdapat kebun kopi, tanaman durian dan berbagai jenis sayuran. Kehijauan tanaman berpadu dengan udara sejuk Sukanagara, menghadirkan suasana pedesaan yang masih jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Bagi siapa pun yang terbiasa dengan suasana kota, berada di tempat ini seperti mengambil jeda sejenak.

Tidak ada suara kendaraan yang mendominasi. Yang terasa justru udara dingin, kabut yang datang dan pergi, serta pemandangan hijau yang mengelilingi kawasan.

Di bagian lain, aktivitas peternakan menjadi pemandangan tersendiri.

Domba Garut dipelihara di kawasan Agro Taruna Tani. Tidak jauh dari sana terdapat pula ayam kampung yang menjadi bagian dari usaha peternakan yang terus dikembangkan Mudrik.

Suasana menjadi semakin menarik ketika kabut turun. Kandang ternak, pepohonan dan kebun terlihat samar dari kejauhan. Sesekali suara hewan terdengar memecah kesunyian, mengingatkan bahwa tempat ini bukan sekadar ruang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga tempat berlangsungnya aktivitas pertanian dan peternakan.

Mudrik masih memiliki sejumlah rencana untuk mengembangkan Agro Taruna Tani.

Jika tidak ada kendala, bulan depan ia berencana mulai mengembangkan peternakan ayam petelur. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas usaha sekaligus menjadikan kawasan ini semakin produktif.

Konsep yang dibangun Mudrik terasa sederhana, tetapi memiliki cerita.

Kafe menjadi tempat orang beristirahat. Kebun menjadi ruang untuk bertani. Kandang menjadi tempat mengembangkan peternakan. Semuanya berjalan berdampingan dalam satu kawasan.

Di sini, pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati kopi.

Mereka bisa merasakan dinginnya udara pegunungan, melihat kabut yang perlahan turun, berjalan di antara tanaman, serta menyaksikan dari dekat bagaimana pertanian dan peternakan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Ketika kabut mulai menipis, pemandangan hijau perlahan kembali terlihat. Kebun kopi, durian dan sayuran seperti muncul satu per satu dari balik putihnya kabut.

Ada ketenangan yang sulit ditemukan di tengah kesibukan kota.

Agro Taruna Tani mungkin masih terus bertumbuh. Namun dari Kampung Parabon, Mudrik sedang mencoba membangun sesuatu yang lebih dari sekadar tempat singgah.

Sebuah ruang di mana orang bisa menikmati kopi, menghirup udara dingin, menyaksikan kabut, sekaligus melihat bagaimana tanah, tanaman dan ternak bisa dirawat menjadi sumber kehidupan.

Di tempat ini, alam bukan sekadar latar. Alam adalah bagian dari cerita. (dil).

banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600

Comment