Wartacianjurnews.com- Hujan dengan intensitas besar pada beberapa hari ke belakang terpantau belum merata di semua wilayah Kabupaten Cianjur.
Beberapa kecamatan, terutama di Cianjur bagian selatan belum merasakan air turun dari langit.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Samudra Wira Purnama menjelaskan, belum meratanya hujan di Kabupaten Cianjur lantaran fenomena iklim El Nino baru berakhir pada 2027.
Secara teknis, menyebabkan perlambatan dari musim kemarau ke musim hujan.
“Sebagian wilayah Indonesia hujannya tidak merata. Di Kabupaten Cianjur hanya beberapa wilayah kecamatan di wilayah utara sudah merasakan hujan, untuk selatan terpantau belum,” ujarnya, Senin 28 September 2026.
Samudra menambahkan, meski telah turun hujan, namun Kabupaten Cianjur masih berstatus Siaga Darurat Kekeringan.
Mengenai perubahan status tersebut, Pemkab Cianjur tengah menunggu kebijakan Pemprov Jabar.
“Dari sisi SK siaga bencana berakhir di bulan September. Kita lihat sejauh mana dari BPBD Provinsi Jawa Barat akan mencabut atau memperpanjang,” paparnya.
Samudra mengungkapkan, BPBD Cianjur siaga dengan peralihan cuaca dan bakal membuat imbauan kesiapsiagaan kepada masyarakat.
“Kami juga sudah bersiap membuat imbauan-imbauan apa-apa saja yang dapat dilakukan masyarakat, seperti jangan buang sampah sembarangan di sungai, selokan agar mencegah banjir,” pungkasnya. (NRS)














Comment