25 Kabupaten dan Kota Ikuti Gema Tunas V di Cianjur, Peserta Capai 700 Orang

Wartacianjurnews.com – Gema Tunas V PKBM dan SKB Tingkat Jawa Barat Tahun 2026 diikuti sekitar 700 warga belajar dari 25 kabupaten dan kota. Kegiatan yang berlangsung 18–20 September 2026 di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Cianjur, itu melibatkan sekitar 1.300 orang jika ditambah pendamping dan tim pendukung.

Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur Deni Abdul Kholik mengatakan, setiap kabupaten dan kota mengirimkan sekitar 20 warga belajar, meski jumlah yang dikirim setiap daerah dapat berbeda. Peserta mengikuti rangkaian kegiatan kepramukaan, perlombaan, pembinaan dan aktivitas kebersamaan.

“Gema Tunas ini diikuti 25 kabupaten dan kota. Kalau rata-rata satu kabupaten atau kota mengirimkan 20 peserta, estimasi warga belajar sekitar 700 orang. Ditambah pendamping dan tim pendukung, totalnya sekitar 1.300 orang,” ujar Deni.

Menurut Deni, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter warga belajar pendidikan nonformal. Selain kemampuan kepramukaan, peserta mendapat pengalaman mengenai kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan.

Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, kegiatan Gema Tunas V juga dihadiri peserta dari sejumlah provinsi lain. Di antaranya Lampung, Banten, Riau, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Teks: Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian memberikan keterangan kepada wartawan di Sarongge Valley.
Foto: Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian saat memberikan keterangan kepada wartawan dalam kegiatan Gema Tunas V PKBM dan SKB Jawa Barat 2026 di Sarongge Valley, Cianjur.

“Kita sama-sama mengikuti kegiatan Gema Tunas ke-5 PKBM dan SKB se-Jawa Barat. Dan hadir juga rekan-rekan dari provinsi-provinsi lain, seperti Lampung, Banten, Riau, dari Kalimantan, Sulawesi, NTB juga hadir,” kata Wahyu.

Wahyu mengatakan pemerintah daerah tengah mendorong pemerataan pendidikan, termasuk bagi masyarakat yang berada di luar usia wajib belajar dan sebelumnya putus sekolah. Ia menyebut warga dapat mengikuti pembelajaran melalui SKB dan PKBM untuk memperoleh pengetahuan serta ijazah kesetaraan Paket A, Paket B atau Paket C.

“Bagi yang di usia wajib belajar, itu kita dorong untuk ke pendidikan formal tentunya. Dan apabila yang di luar usia wajib belajar, kita mendorong para pemuda kita, pemudi kita, atau Bapak serta Ibu yang sudah bekerja tetapi dulu putus sekolah untuk bisa mengikuti pembelajaran di SKB dan PKBM,” ujarnya.

Terkait angka tidak sekolah, Wahyu menyebut saat ini terdapat sekitar 46.000 orang di Cianjur. Ia menjelaskan angka tersebut mencakup seluruh kelompok usia, termasuk masyarakat berusia lanjut.

“46.000. Nah, itu PR kita semua. Karena kan itu terdiri dari seluruh usia. Yang usianya 70, 80, 60, itu masuk ke dalam angka tersebut,” kata Wahyu.

Wahyu juga menyinggung upaya penataan PKBM dan SKB di Kabupaten Cianjur. Menurutnya, pemerintah daerah sedang memastikan peserta didik yang tercatat di PKBM merupakan warga Cianjur dan melakukan penataan agar layanan pendidikan nonformal dapat berjalan lebih merata.

“Kita saat ini sedang merapihkan PKBM-PKBM dan SKB yang ada di Kabupaten Cianjur dan memastikan bahwa murid-murid, siswa, peserta belajar yang ada di PKBM itu semua adalah warga Cianjur, bukan warga provinsi lain,” ujarnya.

Gema Tunas V mengusung tema “Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru” dengan slogan “PKBM & SKB Berkarya, Berbakti, Peduli.” Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pendidikan nonformal melalui pengalaman belajar di luar kelas. (Ben)

banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600

Comment