WartaCianjur – Pasien Halimah (15) warga Desa Sukasari Kecamatan kadupandak menghembuskan Nafas terakhir di area RSUD Cianjur Desa jl Pasir Gede Raya Kelurahan Bojongherang Cianjur, Senin(8/1/24) dikarenakan Penuh dan lambatnya penanganan medis.

Hasan (35) yang mengantarkan Pasien mengatakan bahwa Pasien berangkat dari kadupandak menggunakan mobil pribadi pagi hari, dalam satu hari ini pasien tersebut sudah ke tiga lokasi Rumah sakit Pertama ke RSUD pagelaran, Kedua RSUD Cianjur, dan Ketiga RS Bhayangkara Cianjur namun semuanya di tolak karena keterbatasan alat dan IGD pada hari itu kondisi penuh dengan Pasien.
“Pagi berangkat dari kadupandak datang ke RSUD pagelaran karena nyari Rumah sakit yang dekat dulu, Namun kata pihak IGD di suruh ke RSUD Cianjur karna keterbatasan alat, Setelah datang ke RSUD kata di IGD Penuh jadi kita nyari ke RSUD Bhayangkara, dari bhayangkara sama keterbatasan alat, kita kembali lagi ke RSUD Cianjur karena pasien sudah kondisi mengkhawatirkan” ujarnya
Menurut Hasan keluarga bersama pasien sudah berada di RSUD Cianjur kembali setelah dzuhur sampai jam Tiga namun belum ada tindakan dari pihak Rumah sakit sementara kondisi Pasien harus di tangani segera mungkin, dan akhirnya pasien menghembuskan nafas terakhir setelah ashar.
“Setelah dari bhayangkara kan pasien kembali lagi ke RSUD Cianjur selama Dua jam lebih pasien belum juga ada penanganan alasannya Rumah sakit masih mencari Tempat Tidur Pasien, pasien kasian kang sudah engap sementara tidak ada tindakan medis di mobil pribadi, Setelah ashar pasien meninggal” ujarnya.
Hasan menuturkan apalagi RSUD Cianjur saat ini sedang menuju RSUD Bertaraf Internasional, hal seperti itu harusnya bisa teratasi dan jadi solusi pihak RSUD Cianjur dalam meningkatkan fasilitas dan kualitas terhadap pasien gawat darurat yang terjadi hari ini.
“Harusnya pasien seperti ini bisa teratasi dengan baik, apalagi kondisi pasien memburuk sangat disayangkan, semoga kedepannya RSUD bisa jadi pembelajaran untuk hari ini” ujarnya
Sementara itu, di konfirmasi oleh Wartacianjurnews.com Humas RSUD Cianjur, Asep Hilman mengungkapkan bahwa pasien sempat dibawa masuk ke dalam IGD. Namun belum sempat mendapatkan penanganan medis karena terbatasnya tempat tidur di ruangan itu.
“Kang Malah saya yang membopongnya masuk ke IGD, tapi kita juga tidak dapat memaksakan karena terbatasnya tempat tidur di IGD. Sehingga pasien meninggal dunia,” jelas Hilman.
Asep menyayangkan dengan fasilitas di RSUD Cianjur hari ini dan pihak RSUD Cianjur terus akan memperbaiki semua permasalahan yang ada kedepannya.
“Kita akui terkait kurangnya fasilitas tempat tidur pasien gawat darurat untuk hari ini, tetapi Kita akan terus memperbaiki kekurangan tersebut di kemudian hari sehingga tidak terjadi hal-hal yang diinginkan,” Ujarnya. (Ikbal)














Comment