Wartacianjurnews.com — Meski mengaku merasa dikhianati setelah hak pengelolaan wisata Pantai Ciwidig di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, diambil alih oleh pemerintah desa, Gugung alias GG mengaku tidak pernah berhenti merawat dan menata kawasan tersebut.
Pada Jumat (4/9/2026), Gugung terlihat kembali melakukan perawatan terhadap tanaman yang sebelumnya ia tanam di kawasan Pantai Ciwidig. Tanaman tersebut dibersihkan dan ditata agar kawasan pantai terlihat lebih rapi dan indah.
Gugung mengatakan, sejak awal dirinya memiliki kepedulian terhadap Pantai Ciwidig. Salah satu bentuk kepeduliannya diwujudkan dengan menanam sekitar 1.000 pohon cemara untuk menghijaukan kawasan pantai.
“Saya tidak pernah berhenti merawat dan menata pantai ini. Tanaman yang saya tanam harus tetap dirawat supaya kawasan Ciwidig terlihat indah,” ujar Gugung.
Di sisi lain, Gugung menyoroti kondisi kebersihan di sejumlah titik kawasan pantai. Ia mengakui masih terdapat sampah yang berserakan dan menilai persoalan tersebut semestinya menjadi perhatian pihak pengelola.
Gugung beralasan, selama ini pendapatan dari parkir di kawasan wisata tersebut diambil oleh pemerintah desa. Karena itu, ia berharap pengelolaan kebersihan juga mendapat perhatian dari pihak desa.
“Kalau uang parkir semuanya diambil pemerintah desa, seharusnya kebersihan juga menjadi tanggung jawab pemerintah desa,” katanya.
Gugung mengaku kecewa karena merasa haknya dalam pengelolaan Pantai Ciwidig tidak lagi diberikan. Namun, kekecewaan tersebut tidak membuatnya meninggalkan kawasan yang selama ini telah ia rawat.
Baginya, Pantai Ciwidig bukan hanya persoalan pengelolaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kawasan wisata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Ia berharap persoalan pengelolaan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan kesepakatan yang jelas, sehingga Pantai Ciwidig tetap terawat, memiliki tata kelola yang baik, sekaligus mampu menghidupkan UMKM dan memberdayakan warga lokal. (dil)














Comment