Wartacianjurnews.com – Sejumlah organisasi keagamaan menemui Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi di Bake Praja Oemda Cianjur, Kamis (27/8/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan, di antaranya LGBT Cianjur, Ahmadiyah, minuman keras (miras) oplosan, serta pelaksanaan pakta integritas.
Salah satu tokoh keagamaan yang hadir, Habib Huud, mengatakan terdapat empat poin utama yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Ia menyebut persoalan LGBT, Ahmadiyah, miras oplosan dan pakta integritas menjadi bagian dari pembahasan.
“Ada empat poin. Yang paling utama adalah LGBT, Ahmadiyah, terus miras oplosan, juga terkait pakta integritas antara kami, FPI, dan Wahyu Ramzi,” kata Habib Huud.

Habib Huud mengatakan pihaknya meminta pemerintah menjalankan aturan yang berkaitan dengan persoalan tersebut. “Pembahasannya ya kita minta intinya bahwa ada aturan di Cianjur terkait tentang LGBT. Begitu juga terkait tentang Ahmadiyah, begitu juga terkait tentang miras, dan juga minta pakta integritas secepatnya dijalankan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan alasan pihaknya selama ini mendatangi sejumlah tempat usaha yang dinilai menjadi perhatian. Menurut Habib Huud, langkah tersebut muncul karena adanya anggapan bahwa penanganan dari aparat belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. “Karena sudah merasakan jenuh dengan keadaan sekarang dari pihak pemerintah atau dalam hal ini aparatnya, baik Satpol PP atau kepolisian diam tidak tindakan. Maka kita bertindak,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi mengatakan pemerintah berupaya menjaga situasi tetap kondusif setelah adanya pertemuan tersebut. “Tadi kita sepakat gimana caranya tetap kondusif, tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan,” kata Abi Ramzi.
Terkait jam operasional tempat usaha, Abi Ramzi menyebut telah ada rancangan surat edaran, tetapi masih terdapat sejumlah poin yang perlu diperbaiki. “Surat edaran sebenarnya sudah jadi, tapi ada beberapa poin, beberapa narasi yang perlu dikoreksi,” ujarnya.
Abi Ramzi juga mengatakan pembahasan teknis akan dilakukan bersama perangkat daerah terkait. Mengenai informasi grup media sosial yang diduga berkaitan dengan komunitas gay di Cianjur, ia menyebut akan berkoordinasi dengan Diskominfo untuk melihat persoalan tersebut. “Ya harus, cuma nanti coba konfirmasi sama Diskominfo untuk melihat hal itu,” katanya.
Dalam wawancara, Habib Huud juga menyebut angka LGBT di Cianjur disebut telah mencapai lebih dari 7.000 orang dan kasus HIV/AIDS lebih dari 4.000. Pernyataan mengenai angka tersebut merupakan klaim narasumber dan belum disertai data resmi dalam pertemuan tersebut. (Ben)














Comment