PD Persis Cianjur Gelar Daurah Asatidz, Sosialisasi Kurikulum Khas PERSIS. 

Daurah Asatidz/Asatidzah sebagai program pembinaan dan peningkatan kompetensi guru. Kegiatan ini berlangsung di Pesantren Persatuan Islam 04 Cianjur, Jl. Dr. Muwardi No.171C, Bojongherang, Cianjur, pada Sabtu–Ahad, 15–16 Agustus 2026.

WartacianjurNews.com – Pimpinan Daerah (PD) Persatuan Islam (PERSIS) Kabupaten Cianjur melaksanakan Daurah Asatidz/Asatidzah sebagai program pembinaan dan peningkatan kompetensi guru. Kegiatan ini berlangsung di Pesantren Persatuan Islam 04 Cianjur, Jl. Dr. Muwardi No.171C, Bojongherang, Cianjur, pada Sabtu–Ahad, 15–16 Agustus 2026.

Acara yang diikuti peserta dari 16 pimpinan cabang Persis serta badan otonom ini dimulai pukul 07.30 WIB. Fokus kegiatan adalah sosialisasi dan implementasi Kurikulum Khas PERSIS, penguatan akidah, adab, serta metode pengajaran di lingkungan pesantren dan satuan pendidikan Persis.

Acara dibuka langsung oleh H. Burhanudin, S.Pd., M.Pd, selaku Pimpinan Daerah Persis Kabupaten Cianjur.

“Tujuan kegiatan ini adalah menyamakan pemahaman dan strategi penerapan Kurikulum Khas Persis di tingkat daerah hingga cabang. Kami ingin membentuk guru teladan, kompeten dalam adab, serta memiliki cara berpikir kritis,” ujar Burhanudin.

Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dan pengurus yang telah menyelenggarakan acara ini sebagai bagian dari rangkaian Training of Trainer (ToT) tingkat nasional dan wilayah yang digagas oleh Pimpinan Pusat (PP) Persis.

Bidang Tarbiyah PP Persis menghadirkan Dr. Tiar Anwar Bachtiar bersama rombongan, di antaranya Dr. Cepi Triatna, M.Pd, Sidiq, M.Pd, dan DR.(Cand) Nia Kurniasih, S.Pd.I., M.Pd. Mereka memberikan materi pelatihan secara maraton selama dua hari.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi para asatidz dalam mengimplementasikan kurikulum khas Persis secara efektif, terarah, dan sesuai dengan visi pendidikan Persatuan Islam,” tegas Tiar.

Ia menekankan tiga Standar Kompetensi Lulusan (SKL) khas Persis: beradab, berpikir kritis, dan berdakwah/kader dakwah. Hal ini menjadi landasan utama pembinaan guru agar lahir profil pendidik dengan pemahaman agama mendalam (tafaqquh fid-dien).

Ketua Panitia, Dadan Hendaris, S.Pd., M.H.Kes, menyampaikan harapannya.

“Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat diimplementasikan di madrasah, sekolah, dan lembaga pendidikan tingkat cabang. Dengan begitu, kualitas pendidikan meningkat dan tujuan pendidikan Persatuan Islam dapat terwujud,” pungkasnya.

banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600 banner 1131x1600

Comment