Kampung Ciseureuh di Ujung Ketidakpastian, Warga Mulai Berkemas dan Bersiap Pergi

Wartacianjurnews.com – Suasana pilu menyelimuti Kampung Ciseureuh, Desa Batulawang, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Kampung yang selama puluhan tahun menjadi tempat warga menjalani kehidupan kini diliputi keresahan setelah muncul persoalan terkait rencana pengosongan permukiman.

Suasana kampung saat ini terlihat sederhana dan memprihatinkan. Rumah-rumah warga berdiri di sepanjang jalan kampung yang sebagian masih berupa tanah dan bebatuan. Sejumlah bangunan terlihat sudah tidak utuh, dengan bagian atap dan rangka rumah yang tampak rusak. Material seperti kayu dan seng juga terlihat berserakan di sekitar permukiman.

Di balik suasana kampung yang tampak sunyi, tersimpan kegelisahan warga. Sebagian mulai mengamankan barang-barang berharga karena khawatir sewaktu-waktu harus meninggalkan rumah yang selama ini mereka tempati.

Bagi warga Ciseureuh, rumah bukan sekadar tempat berlindung. Di sanalah mereka membesarkan keluarga, mencari penghidupan dan menghabiskan sebagian besar hidup mereka.

Sahdan, warga Kampung Ciseureuh, mengatakan kondisi tersebut membuat warga terus kepikiran. Sebagian warga bahkan mulai memikirkan kemungkinan harus mengontrak atau sementara berkumpul di rumah keluarga.

“Kaditu-kadiye a, ngalontrak. Doa warga mah hoyong segera turun tanah redis, Pa. Ngariung heula we di bumi pun uwa, ngamanin dulu barang-barang. Yang prihatin mah itu yang udah pada tahu a, jujur, sampai sekarang kepikiran terus,” ujar Sahdan, Senin (11/8/2026)

Menurut Sahdan, warga berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait tanah redistribusi yang selama ini dinantikan. Bagi warga, tanah tersebut menjadi harapan agar mereka tetap memiliki tempat tinggal dan tidak terlantar setelah meninggalkan permukiman.

“Kita mah minta ke pemerintah agar tanah redis segera cepat turun,” katanya.

Di tengah keresahan tersebut, Sahdan juga menyampaikan pesan kepada pihak perusahaan. Ia berharap perusahaan tetap berkembang, namun tidak melupakan keberadaan masyarakat kecil yang selama ini hidup di sekitar wilayah tersebut.

“Pesan buat perusahaan, semoga perusahaan tetap maju, amanah sama rakyat kecil, dan buat pemimpinnya dikasih kesehatan. Doa terbaik dari kita warga Kampung Ciseureuh,” ucapnya.

Kondisi Kampung Ciseureuh kini menjadi gambaran warga yang berada di persimpangan. Di satu sisi, mereka harus memikirkan keselamatan dan mengamankan barang-barang miliknya. Di sisi lain, mereka belum mengetahui secara pasti ke mana harus pergi jika rumah yang selama ini ditempati benar-benar harus dikosongkan.

Bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi, pilihan untuk mengontrak rumah baru bukan perkara mudah. Biaya sewa dan kebutuhan hidup sehari-hari menjadi beban tambahan yang harus dipikirkan.

Sementara itu, kampung yang selama ini menjadi tempat mereka pulang perlahan terasa berbeda. Jalan tanah dan bebatuan yang biasanya menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari kini seakan menjadi saksi kegelisahan warga.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan dan memberikan solusi yang jelas, terutama terkait tanah redistribusi dan masa depan tempat tinggal mereka.

Mereka tidak hanya meminta kepastian tentang kapan harus pergi, tetapi juga ingin tahu ke mana mereka harus pulang setelah meninggalkan kampung yang selama ini menjadi rumah.

Di tengah rumah-rumah sederhana dan barang-barang yang mulai diamankan, satu harapan masih disampaikan warga Kampung Ciseureuh, agar pembangunan dan kepentingan usaha tetap berjalan, tetapi nasib rakyat kecil jangan sampai terlupakan. (dil)

Comment