Wartacianjurnews.com- Instalasi Gawat Darurat (IG) RSUD Pagelaran kerap kelebihan kapasitas atau overload.
Hal itu menyebabkan pasien dirawat di lorong IGD, bahkan harus membawa ranjang untuk perawatan atau blankar.

Yanti (25), warga Kecamatan Campaka mengaku, harus menunggu satu hari untuk dapat mengakses layanan ruang rawat inap.
“Ibu saya baru dapat ruangan hari Senin kemarin setelah nunggu satu hari,” kata Yanti, Jumat 22 Mei 2026.
Direktur RSUD Pagelaran Irvan Nur Fauzi, mengakui IGD kewalahan menampung pasien dari Campaka hingga Cidaun.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dibangun gedung rawat inap baru. Namun kemampuan keuangan BLUD dinilai belum cukup untuk membangun fasilitas baru tanpa bantuan pemerintah daerah.
“Kami butuh gedung baru atau tambahan ruang rawat inap. Kalau hanya mengandalkan keuangan BLUD tentu belum cukup, harus ada bantuan dari Pemda,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian memastikan pemerintah daerah memahami kondisi overload di RSUD Pagelaran.
“Keluhan terkait keterbatasan ruang rawat inap dan kondisi overload menjadi perhatian serius bagi Pemda Cianjur,” kata Wahyu.
Pemkab Cianjur pun bakal segera menindaklanjuti dengan evaluasi kebutuhan kapasitas layanan kesehatan, termasuk kemungkinan penambahan fasilitas dan pengembangan gedung rumah sakit.
“Prosesnya perlu melalui tahapan perencanaan, kajian teknis, penganggaran serta sinkronisasi dengan program kesehatan yang ada,” pungkasnya. (NRS)













Comment