Wartacianjurnews.com – Kondisi ruang kelas rusak Cianjur semakin mengkhawatirkan. Sebanyak 469 ruang kelas di tingkat sekolah dasar dilaporkan mengalami kerusakan berat dan tersebar di 125 sekolah.
Dampak kerusakan ini langsung dirasakan siswa. Sejumlah sekolah terpaksa menerapkan sistem belajar bergantian, bahkan memanfaatkan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara.
Salah satu siswa, E.P. (10), mengaku harus menunggu giliran masuk kelas karena ruang belajar tidak mencukupi. “Gantian kelas, nunggu kelas satu selesai dulu, baru kelas empat masuk,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia menyebut kondisi tersebut membuat proses belajar menjadi kurang nyaman. “Pengennya tiap kelas punya ruang sendiri, biar tidak berdesakan,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang SD Disdikpora Cianjur, Rifki Mohamad Ramdan, mengatakan pemerintah daerah telah memprioritaskan perbaikan pada tahun anggaran 2026. “Kami tetap fokus pada rehabilitasi ruang kelas yang mengalami kerusakan paling parah, meskipun anggaran terbatas,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya perbaikan tidak hanya mengandalkan APBD. “Kami juga mengajukan bantuan ke provinsi untuk 2027 serta membuka peluang dukungan melalui CSR,” katanya.
Berdasarkan pemetaan, kerusakan paling dominan terjadi di wilayah Cianjur Selatan dengan persentase sekitar 60 persen. Untuk sementara, sekolah memaksimalkan ruang yang masih layak serta mengalihfungsikan ruang guru dan kantor sebagai kelas darurat.
Pemerintah daerah juga telah mengajukan bantuan ke Kementerian Pendidikan melalui program revitalisasi satuan pendidikan guna mempercepat perbaikan fasilitas belajar. (Ben)














Comment