Wartacianjurnews.com – Kasus dugaan keracunan MBG SPPG Sukasirna 2 di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, masih dalam tahap penyelidikan. Puluhan warga dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Kepala Puskesmas Leles, Tedi Nugraha, menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kejadian tersebut. “Kami belum bisa memastikan dari mana penyebabnya, masih menunggu hasil laboratorium. Saat ini masih sebatas dugaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, laporan awal berasal dari banyaknya warga yang datang ke bidan desa dengan keluhan serupa. Kondisi tersebut kemudian berkembang dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.

“Awalnya banyak kunjungan ke bidan desa dengan keluhan mual, muntah, dan diare. Karena jumlahnya bertambah, akhirnya dilaporkan ke Dinkes,” kata Tedi.
Terkait jumlah warga terdampak, Tedi menyebut data masih bersifat sementara dan terus diperbarui. Pada malam sebelumnya, sejumlah warga sempat ditangani di Puskesmas, sementara lainnya ditangani di tingkat desa.
“Tadi malam ada enam orang yang ditangani di Puskesmas. Sisanya sudah ditangani di desa dan kondisinya membaik. Tidak ada yang dirujuk,” jelasnya.

Ia menambahkan, terdapat dugaan keterkaitan dengan konsumsi PMT dari SPPG Sukasirna 2, namun hal tersebut belum dapat dipastikan. “Ada dugaan ke arah itu, tapi belum bisa dipastikan. Harus dibuktikan melalui hasil pemeriksaan,” ujarnya.
Saat ini, petugas telah mengamankan sejumlah sampel untuk kepentingan uji laboratorium. Sampel yang diamankan meliputi susu serta muntahan pasien, sementara makanan tidak dapat diuji karena sudah tidak tersedia.
Penanganan kasus ini dilakukan oleh Puskesmas Leles bersama SPPG Sukasirna 2 dengan koordinasi Dinas Kesehatan. Pemeriksaan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. (Ben)














Comment