Angin Kencang Haurwangi Terjang Lima Desa, Kerugian Capai Ratusan Juta

Wartacianjurnews.com – angin kencang Haurwangi menerjang wilayah Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (11/04/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan dan sejumlah pohon tumbang.

Data sementara mencatat sebanyak 140 rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, 17 rumah dilaporkan rusak total, sementara lainnya mengalami kerusakan berat dan ringan. Selain itu, sedikitnya 11 pohon besar tumbang di beberapa titik.

Camat Haurwangi, Yadi Supriyadi, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan. “Setelah mendapat informasi, kami bersama kasi trantib dan petugas langsung turun ke lokasi bencana untuk melakukan penanganan awal,” ujarnya.

Teks: Rumah roboh dan barang warga berserakan akibat angin kencang Haurwangi Cianjur
Foto: Kondisi rumah warga yang roboh akibat angin kencang di Kecamatan Haurwangi, Cianjur, dengan barang-barang milik korban berserakan di lokasi kejadian.

Pada hari berikutnya, Minggu (12/04/2026), tim gabungan kembali melakukan penanganan. “Kami bersama BPBD, Damkar, PMI, Retana, dan relawan melakukan evakuasi serta pendataan rumah rusak dan pohon tumbang di sejumlah desa,” kata Yadi.

Wilayah terdampak meliputi Desa Ramasari, Sukatani, Kertasari, Cihea, dan Haurwangi. Selain rumah warga, beberapa bangunan fasilitas umum seperti masjid dan pondok pesantren juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp600 juta. Pemerintah kecamatan masih menunggu laporan lengkap dari masing-masing desa untuk memastikan jumlah kerusakan secara keseluruhan.

Yadi mengimbau pemerintah desa segera mengirimkan data dampak bencana. “Kami mengimbau warga untuk tetap siaga karena dikhawatirkan terjadi bencana susulan,” ucapnya.

Sementara itu, warga Kampung Pasirtarasi, Desa Sukatani, Jajat, menyebut angin datang disertai hujan deras. “Awalnya hujan rintik, lalu angin besar datang dan rumah langsung roboh,” katanya. Ia menambahkan kejadian serupa sudah terjadi dua kali di wilayah tersebut.

Hingga kini, proses pendataan dan penanganan masih dilakukan oleh petugas gabungan di lokasi terdampak. (Ben)

Comment