Longsor Terjang Dapur Rumah Warga di Cianjur, Kerugian Capai Rp70 Juta

Petugas gabungan bersama warga meninjau lokasi longsor yang meruntuhkan tebing setinggi sekitar 2 meter di Kampung Awilarangan, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Cianjur, Kamis (3/4/2026). Longsoran tanah akibat hujan deras tersebut merusak dapur rumah warga dan pagar, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp70 juta.

Wartacianjurnews.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, mengakibatkan tebing setinggi sekitar 2 meter longsor dan menimpa dapur rumah warga, Kamis (3/4/2026) siang.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.15 WIB di Kampung Awilarangan, RT 01/RW 06, Desa Cikahuripan. Longsoran tanah diketahui merusak dapur milik Khoer (39) dan Jajang (58), serta merusak halaman pagar milik Aep (43).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat hujan deras turun sejak pukul 13.00 WIB. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat dan meluap dari saluran irigasi yang sempit. Air yang tidak tertampung tersebut menggerus tebing hingga akhirnya runtuh.

Material longsoran kemudian menimpa bagian dapur rumah warga yang berada di bawahnya.

Kepala Desa Cikahuripan, H. Tubagus Daud, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga.

“Kami bersama aparat dan masyarakat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat serta membantu warga yang terdampak. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pemerintah desa akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lanjutan.

“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut, termasuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, terutama dengan memperhatikan kondisi saluran air dan tebing di sekitar permukiman,” tambahnya.

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta.

Saat ini, aparat gabungan yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, Tagana, serta unsur Forkopimcam bersama warga masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Warga setempat juga bergotong royong membersihkan material longsor dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.

Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi, mengingat potensi longsor masih dapat terjadi di wilayah dengan kondisi tanah labil. (dil)

Comment