Hutan Cianjur Terancam Gundul, GMCB Peringatkan Bencana Tinggal Menunggu Waktu

Tumpukan kayu hasil penebangan terlihat menumpuk di pinggir jalan kawasan Cipanas–Puncak, Kabupaten Cianjur, memicu dugaan praktik pembalakan liar dan lemahnya pengawasan.

Wartacianjurnews.com – Maraknya aktivitas penebangan pohon yang diduga ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur menuai kecaman keras dari Generasi Muda Cianjur Bersatu (GMCB).

Ketua GMCB, Azzam Mohasm, menilai praktik deforestasi tersebut menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Menurut Azzam, deforestasi yang terus terjadi merupakan salah satu faktor utama meningkatnya frekuensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Dampak lainnya yang kini mulai dirasakan masyarakat adalah krisis air bersih, terutama bagi warga yang bermukim di sekitar kawasan hutan.

“Penebangan hutan yang tidak terkendali jelas memperparah kondisi lingkungan. Yang paling dirugikan adalah masyarakat kecil yang hidupnya bergantung pada keseimbangan alam,” ujar Azzam, Rabu (21/01/2026).

Tumpukan kayu hasil penebangan terlihat menumpuk di pinggir jalan kawasan Cipanas–Puncak, Kabupaten Cianjur, memicu dugaan praktik pembalakan liar dan lemahnya pengawasan.

Ia secara khusus menyoroti kondisi di wilayah Cipanas–Puncak Simun, di mana ditemukan tumpukan kayu hasil penebangan yang menumpuk di pinggir jalan. Hingga saat ini, kata dia, belum ada kejelasan apakah aktivitas penebangan tersebut telah mengantongi izin resmi dari instansi terkait.

“Jika penebangan itu dilakukan tanpa izin, maka sudah jelas merupakan pelanggaran hukum dan harus segera ditindak tegas. Termasuk mengusut pihak-pihak yang berada di belakang praktik tersebut,” tegasnya.

GMCB mendesak aparat penegak hukum, Perhutani, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur untuk tidak berkompromi terhadap segala bentuk perusakan lingkungan, khususnya penebangan hutan secara ilegal.

Selain penegakan hukum, Azzam juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat serta generasi muda dalam pengawasan hutan dan lingkungan.

Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan prinsip keberlanjutan hanya akan menimbulkan kerugian besar dalam jangka panjang.

“Menjaga hutan hari ini adalah upaya melindungi kehidupan generasi mendatang. Jangan sampai pembiaran justru membawa bencana yang lebih besar ke depan,” pungkasnya. (dil)

Comment