Limbah Dapur SPPG Songgom Dikeluhkan Warga, Kades Janji Tindaklanjuti dan Lakukan Pengecekan

Tumpukan karung berisi sampah yang diduga berasal dari dapur SPPG Songgom terlihat menggunung di atas jembatan kecil di Kampung Pondoklame, mengganggu akses warga serta mencemari aliran sungai di bawahnya.

Wartacianjurnews.com – Laporan terkait dugaan pencemaran sungai akibat limbah dapur SPPG Songgom, Kecamatan Gekbrong, langsung mendapat respons dari Pemerintah Desa Songgom. Kepala Desa Songgom, Ade Haryati, menegaskan bahwa pihaknya akan segera turun ke lokasi untuk mengecek kondisi sebenarnya serta mencari solusi agar persoalan tidak berlarut-larut.

“Kami akan segera menindaklanjuti laporan dari warga. Dalam waktu dekat, kami lakukan pengecekan langsung ke lokasi. Kami juga menyarankan pihak SPPG untuk membuat bak penampungan limbah agar tidak lagi mengalir ke sungai,” ujar Ade Haryati.

Ia menambahkan, selain merugikan petani, pencemaran sungai juga dapat mengancam kelangsungan ekosistem air. “Kalau tidak ditangani, ini bukan hanya soal kerugian ekonomi, tetapi juga soal lingkungan,” tegasnya.

Tumpukan karung berisi sampah yang diduga berasal dari dapur SPPG Songgom terlihat menggunung di atas jembatan kecil di Kampung Pondoklame, mengganggu akses warga serta mencemari aliran sungai di bawahnya.

Keluhan warga terkait limbah SPPG Songgom semakin banyak bermunculan. Ketua RW 05, Ade Suryana, menyebutkan sedikitnya lima warga mengaku hasil pertaniannya menurun akibat air sawah tercemar limbah, terutama dari sabun yang digunakan di dapur SPPG.

“Sampai hari ini sudah ada lima warga yang melapor hasil pertanian mereka merugi. Air yang mengalir ke sawah itu sudah tercampur limbah. Selain itu, pembangunan dapur SPPG Songgom juga menutup saluran air sehingga sebagian warga Kampung Pondoklame ikut terdampak,” kata Ade Suryana.

Warga berharap pemerintah desa dan pengelola SPPG dapat segera melakukan langkah nyata untuk mengatasi persoalan ini, agar aktivitas pertanian dan lingkungan sekitar tidak semakin terdampak. (dil)

Comment