Empat Tahun PKH Tak Cair, Ibu di Cianjur Kesulitan Dampingi Anak yang Bolak-Balik Dirawat

Wartacianjurnews.com — Seorang ibu berinisial L (43), warga Kampung Surupan, Desa Sukasarana, Kecamatan Karangtengah, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan harian selama mendampingi putrinya yang masih balita menjalani perawatan berulang di rumah sakit akibat kelainan pertumbuhan tulang.

L mengatakan, biaya pengobatan telah sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan melalui program pemerintah. Namun kebutuhan lain seperti makan sehari-hari di rumah sakit dan ongkos perjalanan tetap menjadi beban keluarga yang pendapatannya tidak tetap.

Selain biaya harian, L juga mempertanyakan alasan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak lagi ia terima hampir empat tahun terakhir. Ia menyebut, bantuan tersebut sebelumnya rutin diterima sebelum suaminya meninggal.

Saat ini L tinggal bersama suami barunya yang belum memiliki pekerjaan tetap, serta lima anak—dua di antaranya menyandang disabilitas. Kondisi ekonomi rumah tangga yang terbatas membuat keluarga ini kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, terutama saat masa perawatan di rumah sakit.

L menyampaikan bahwa ia sempat melihat unggahan di media sosial yang menyinggung soal warga tidak mampu membayar ongkos rumah sakit. Ia berharap pemerintah desa, dinas terkait, maupun pihak lain dapat memberikan perhatian agar keluarganya dapat melalui masa sulit tersebut. (Sep)

Comment